Screenshot-2026-07-18-084949
Air Mata di Kolam

Lengkingan peluit merambat di udara, masuk ke telinga para perenang putri dan menggerakkan mereka melompat ke air. Salah satunya Yuni, siswi dari sebuah SMA kecil di pelosok daerah yang menjadi peserta olimpiade olahraga siswa cabang renang. Hari ini adalah hari pertandingan. Ia mengerahkan seluruh tenaga, mendorong tubuhnya secepat mungkin menuju tepian kolam di seberang.

Matanya membuka dan menutup. Pandangannya kabur, begitu pula pendengarannya. Di tengah perjuangan itu, ia seperti melihat dirinya kembali berada di sungai desanya, berenang melawan arus yang deras. Terdengar pekik ayahnya, pelatih pribadinya, menyuruhnya menyelaraskan ayunan tangan dan kaki agar tetap seirama. Teguran-teguran keras yang dulu sering membuatnya kesal kini justru terdengar jelas, mengiringi setiap kayuhan yang membawanya semakin dekat ke garis finis.

Butiran air yang menempel pada kaca kacamata renangnya mengaburkan pandangan. Dalam samar itu, terlintas kembali saat dirinya hampir tenggelam karena kram dan kelelahan ketika berlatih di sungai. Peristiwa yang dulu membuatnya ketakutan, tetapi sekaligus menempa mentalnya untuk menjadi lebih kuat.

Yuni terus mengayuh.

Lalu ujung jarinya menyentuh dinding kolam.

Kayuhannya berhenti. Ia berbalik dan bersandar pada tepian. Beberapa perenang lain masih berjuang menyelesaikan lomba. Dari pinggir kolam terdengar teriakan teman-teman dan gurunya yang bersorak gembira. Seorang pengadil menatap stopwatch di tangannya, lalu mengangguk pelan.

Yuni memandang sekeliling dengan canggung.

Inikah kemenangan itu?

Ia teringat sungai, arus yang deras, rasa lelah yang nyaris menenggelamkannya, serta suara ayah yang tak pernah berhenti percaya bahwa dirinya mampu.

Yuni membenamkan wajahnya ke air. Menyamarkan air matanya dengan air kolam.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait